Mini 4wd: mainan waktu jaman SD ini memang ada musim-musimnya. Saya sendiri saat ini sedang keracunan koleksi mainan ini. Mungkin kita masih ingat seri kartun Dash Yonkuro yang pernah ditayangkan di TVRI. Waktu dulu sih saya hanya sempat menonton beberapa seri saja karena hari minggu saya rajin sekolah minggu di gereja. Jadi saya nonton kalau saya sedang sakit... :)
Nah... waktu SMP malah sempat ada lomba kecil-kecilan di sekolah. Teman-teman membawa mobilan mereka dan balapan di depan aula. Waktu itu saya sekolah di SMP Negeri 3 Cimahi. Saya lupa kapan pertama kali saya membeli mini 4wd. Sebelum membeli mini 4wd, saya sempat main dengan saudara saya yang tinggal di Bandung kota (saya tinggal di Bandung gunung hehe.. :), dia punya Dash 0 Horizon. Hebatnya lagi, ayahnya membuatkan track oval, saya ingat sekali track itu terbuat dari tripleks dan ada jumping-annya.
Sejak saat itu saya ingin sekali membeli sebuah mini 4wd, tapi keinginan itu saya tahan-tahan karena saya tahu kemampuan ekonomi orang tua saya ya... tidak termasuk susah sih, tapi kalau untuk mainan waktu itu saya merasa tidak enak kalau memaksa-maksa. Akhirnya saya menabung untuk membeli mini 4wd. Setelah beberapa lama, saya akhirnya bisa juga membeli satu mobil mini 4wd. Modelnya Cyclone Magnum. Tapi mereknya bukan Tamiya. Saya ingat suaranya berisik sekali dibandingkan dengan Dash 0 Horizon punya saudara saya yang Hening sekali. Sekarang di mana ya... :)
Beberapa tahun kemudian saya beli lagi modelnya Gamma Boomerang, bukan merek Tamiya juga :( Padahal waktu itu saya ingin sekali beli yang mereknya Tamiya. Tapi saya cari-cari di Cimahi susah sih.. Balapan pun belum pernah karena di kampung tidak ada teman mainnya.
Itu kira-kira 10 tahun yang lalu. Nah, kira-kira akhir Januari kemarin, saya iseng googling toko online yang menjual mini 4wd, karena saya tidak tahu di mana bisa membeli mini 4wd original Tamiya di Jakarta. Waktu itu saya ingin membeli setelah mendengar cerita teman saya yang membeli mini 4wd di Bintaro. Tapi yah, karena saya tidak punya kendaraan dan hampir tidak ada waktu untuk jalan, akhirnya saya cari toko online saja. Eh, akhirnya ketemu www.tokomini4wd.com. Wah.. rasanya seperti.... apa ya.... senang sekali... Saya coba pesan Mantaray MKII seri pro yang chassisnya MS dan beberapa parts. Ternyata barangnya cepat sekali dikirim, memang profesional pelayanannya.
Sekarang saya sudah punya 4 mini 4wd: Mantaray MKII, Avante MKII Black, Knuckle Breaker Black special, dan Variatron. Belum punya keinginan untuk balap sih, hanya untuk pajangan saja... :) Sekarang saya sedang menunggu kedatangan Savanna Leo dan Max Breaker TRF.
Masa kecil kurang bahagia? Saya kira tidak juga sih, waktu kecil saya banyak mainan (walaupun murah-murah) dan teman bermain plus tempat bermain yang luaaaas sekali. Hanya saja keinginan untuk memiliki mini 4wd original Tamiya baru bisa terpenuhi sekarang :) Salah satu keahlian saya memang "menahan keinginan"... :) apalagi waktu kecil, beli mainan setahun sekali man! waktu Natalan.. :)
Next post mungkin akan saya muat beberapa foto mobilan yang saya miliki. Sekarang mini 4wd saya bawa saja ke kantor untuk pajangan. Beberapa orang berkata sambil tertawa: 'anes sekarang umurnya berapa sih?', 'Ya ampun.. udah lama nes?', 'Hari gini masih mainan tamiya?'. Well, whatever lah :) I believe that we can't see men's maturity from the toys they are playing with... :D
Yiieeehaaaw... Hidup mini 4wd!!
Vista: Keindahan atau Pemborosan?
Vista adalah sistem operasi terbaru dari Microsoft? Saat kita mendengar vista, kita pasti langsung membayangkan tampilan desktop yang indah, dukungan multimedia yang canggih, dan keseluruhan sistem canggih.
Tapi apakah benar demikian?
Hal pertama yang dapat kita rasakan tentu saja adalah lingkungan desktop yang memiliki tampilan yang indah dan menarik. Tampilan desktop 3D yang dibuat oleh Microsoft tampaknya cukup menarik minat para pengguna (pembajak) setia sistem operasi ini. Namun ketika saya mencoba menggunakannya di komputer teman saya, ternyata feature ini tidak berjalan. Kenapa? Karena Vista menyatakan bahwa VGA card teman saya ini tidak mendukung feature 'Aero' (sebutan untuk desktop 3D). Padahal, komputer teman saya juga memiliki instalasi OpenSuSE 10.2 yang dapat menjalankan desktop 3D beryl dengan efek-efek yang saya rasa jauh lebih hebat dari Aero.
Dari kasus tersebut saya mulai curiga mengapa Vista menuntut spesifikasi hardware yang sebegitu tingginya.
Satu lagi teman saya memiliki laptop Vaio dengan Vista bawaan. Dia mengeluh bahwa Vista-nya berjalan sangat lambat. Padahal laptop tersebut baru berumur 3 hari, 2 hari pertama laptopnya berjalan sangat cepat (memori 2GB!), namun pada hari ke-3 sistem mulai berjalan sangat lambat. Saya katakan padanya mungkin karena vista mencoba melakukan update lewat internet. Saya berkata demikian karena menemukan bahwa Vista sangat rajin dalam hal update-meng-update dan verify-mem-verify. Tapi apakah update menghabiskan sedemikian banyak resource? Core 2 duo pentium dan 2Gb memori secara logika seharusnya dapat booting dalam waktu tidak lebih dari 2 menit!
Even worse: Laptop teman saya belakangan menjadi 'rajin' crash.
Vista juga memiliki feature perlindungan media dengan DRM (Digital Rights Management). Feature ini diklaim dapat melindungi content media digital. Dengan DRM, Vista dapat memblok suatu media agar dapat dibuka dengan program/device tertentu saja. Berlebihankah? Microsoft menyebutnya dengan istilah 'Trusted Computing'.
Wah, saya pribadi sih, kalau mau meng-install sistem operasi Windows lebih memilih Windows XP. Kenapa? Saya tidak terlalu membutuhkan tampilan yang indah-indah, apalagi dimonitor untuk kegiatan-kegiatan penggunaan media digital. Tapi, sekarang saya sudah nyaman dengan Linux :) apalagi sudah ada compiz fusion kalau ingin memperindah tampilan desktop.
Tapi apakah benar demikian?
Hal pertama yang dapat kita rasakan tentu saja adalah lingkungan desktop yang memiliki tampilan yang indah dan menarik. Tampilan desktop 3D yang dibuat oleh Microsoft tampaknya cukup menarik minat para pengguna (pembajak) setia sistem operasi ini. Namun ketika saya mencoba menggunakannya di komputer teman saya, ternyata feature ini tidak berjalan. Kenapa? Karena Vista menyatakan bahwa VGA card teman saya ini tidak mendukung feature 'Aero' (sebutan untuk desktop 3D). Padahal, komputer teman saya juga memiliki instalasi OpenSuSE 10.2 yang dapat menjalankan desktop 3D beryl dengan efek-efek yang saya rasa jauh lebih hebat dari Aero.
Dari kasus tersebut saya mulai curiga mengapa Vista menuntut spesifikasi hardware yang sebegitu tingginya.
Satu lagi teman saya memiliki laptop Vaio dengan Vista bawaan. Dia mengeluh bahwa Vista-nya berjalan sangat lambat. Padahal laptop tersebut baru berumur 3 hari, 2 hari pertama laptopnya berjalan sangat cepat (memori 2GB!), namun pada hari ke-3 sistem mulai berjalan sangat lambat. Saya katakan padanya mungkin karena vista mencoba melakukan update lewat internet. Saya berkata demikian karena menemukan bahwa Vista sangat rajin dalam hal update-meng-update dan verify-mem-verify. Tapi apakah update menghabiskan sedemikian banyak resource? Core 2 duo pentium dan 2Gb memori secara logika seharusnya dapat booting dalam waktu tidak lebih dari 2 menit!
Even worse: Laptop teman saya belakangan menjadi 'rajin' crash.
Vista juga memiliki feature perlindungan media dengan DRM (Digital Rights Management). Feature ini diklaim dapat melindungi content media digital. Dengan DRM, Vista dapat memblok suatu media agar dapat dibuka dengan program/device tertentu saja. Berlebihankah? Microsoft menyebutnya dengan istilah 'Trusted Computing'.
Wah, saya pribadi sih, kalau mau meng-install sistem operasi Windows lebih memilih Windows XP. Kenapa? Saya tidak terlalu membutuhkan tampilan yang indah-indah, apalagi dimonitor untuk kegiatan-kegiatan penggunaan media digital. Tapi, sekarang saya sudah nyaman dengan Linux :) apalagi sudah ada compiz fusion kalau ingin memperindah tampilan desktop.
Memulai Aplikasi SWT/JFace di Eclipse
Membuat aplikasi SWT/JFace di eclipse sangat mudah. Namun, sebelum kita mulai membuat program, kita harus memasukkan beberapa file jar dahulu ke dalam build path project kita.
1. SWT
Kita dapat menggunakan swt.jar yang disertakan di eclipse yang disimpan di:
a. windows : {eclipse_dir}\plugins\org.eclipse.swt.win32_x.x.x\ws\win32\swt.jar
b. linux : {eclipse_dir}/plugins/org.eclipse.swt.gtk_x.x.x/ws/gtk/swt.jar. Selain itu dari direktori yang sama sertakan juga swt-mozilla.jar dan swt-pi.jar
Cara lain adalah dengan men-download swt (mirror indonesia) dan memasukkan file swt.jar dari archive yang di-download ke dalam build path.
2. JFace
Bila kita ingin menggunakan JFace pada aplikasi kita, maka kita harus memasukkan beberapa file dari direktori plugin eclipse berikut ke dalam build path :
a. org.eclipse.core.boot_x.x.x.x.jar
b. org.eclipse.core.commands_x.x.x.x.jar
c. org.eclipse.core.runtime_x.x.x.x.jar
d. org.eclipse.equinox.common_x.x.x.x.jar
e. org.eclipse.jface_x.x.x.x.jar
f. org.eclipse.jface_text_x.x.x.x.jar
g. org.eclipse.text_x.x.x.x.jar
Tip
Saya biasanya membuat folder lib, meng-import file-file jar ke dalam folder lib tersebut lalu memasukkan ke build path dari folder lib. Ini untuk mempermudah deployment.
1. SWT
Kita dapat menggunakan swt.jar yang disertakan di eclipse yang disimpan di:
a. windows : {eclipse_dir}\plugins\org.eclipse.swt.win32_x.x.x\ws\win32\swt.jar
b. linux : {eclipse_dir}/plugins/org.eclipse.swt.gtk_x.x.x/ws/gtk/swt.jar. Selain itu dari direktori yang sama sertakan juga swt-mozilla.jar dan swt-pi.jar
Cara lain adalah dengan men-download swt (mirror indonesia) dan memasukkan file swt.jar dari archive yang di-download ke dalam build path.
2. JFace
Bila kita ingin menggunakan JFace pada aplikasi kita, maka kita harus memasukkan beberapa file dari direktori plugin eclipse berikut ke dalam build path :
a. org.eclipse.core.boot_x.x.x.x.jar
b. org.eclipse.core.commands_x.x.x.x.jar
c. org.eclipse.core.runtime_x.x.x.x.jar
d. org.eclipse.equinox.common_x.x.x.x.jar
e. org.eclipse.jface_x.x.x.x.jar
f. org.eclipse.jface_text_x.x.x.x.jar
g. org.eclipse.text_x.x.x.x.jar
Tip
Saya biasanya membuat folder lib, meng-import file-file jar ke dalam folder lib tersebut lalu memasukkan ke build path dari folder lib. Ini untuk mempermudah deployment.
Desktop Application dengan SWT/JFace
SWT semula adalah sebuah UI toolkit yang digunakan oleh Eclipse. Membuat aplikasi desktop dengan SWT cukup sederhana dan mudah. Beberapa kelebihan SWT yang saya rasakan adalah :
1. Sederhana.
2. Cepat, karena menggunakan heavyweight components.
3. Menghasilkan tampilan komponen secara native.
Swing menggunakan lightweight components, yang artinya tidak menggunakan resource pada sistem operasi / window manager. SWT menggunakan komponen native pada sistem operasi / window manager, sehingga memiliki tampilan standar pada sistem operasi / window manager. Bandingkan dengan aplikasi yang dibuat dengan swing.
SWT tidak mendukung pemrograman dengan konsep MVC. JFace menambahkan MVC ke dalam lingkungan SWT.
1. Sederhana.
2. Cepat, karena menggunakan heavyweight components.
3. Menghasilkan tampilan komponen secara native.
Swing menggunakan lightweight components, yang artinya tidak menggunakan resource pada sistem operasi / window manager. SWT menggunakan komponen native pada sistem operasi / window manager, sehingga memiliki tampilan standar pada sistem operasi / window manager. Bandingkan dengan aplikasi yang dibuat dengan swing.
SWT tidak mendukung pemrograman dengan konsep MVC. JFace menambahkan MVC ke dalam lingkungan SWT.
hi
Hai, y'all.. I'm new to this, but, saya tertarik berbagi ide dan pemikiran lewat blog ini. Jadi saya tidak ingin ada yang sia-sia dalam posting di blog ini.
So, mari berbagi pikiran, buka mata, buka hati, semuanya nyata, hanya di neiz.log hehe....
So, mari berbagi pikiran, buka mata, buka hati, semuanya nyata, hanya di neiz.log hehe....